Harga Motor Listrik Masih Mahal? Pemerintah Akan Siapkan Insentif!
Motor listrik kini sedang menjadi salah satu sorotan utama pemerintah. Pemerintah diketahui sedang melakukan berbagai upaya untuk bisa mendorong masyarakat agar beralih ke motor listrik. Meski sedang tren dan diminati banyak orang, motor listrik nyatanya masih mengalami penjualan yang rendah.
Diduga, harga motor listrik yang dianggap mahal menjadi salah satu faktornya. Oleh karena itu, pemerintah tengah merancang insentif industri kendaraan listrik untuk tahun 2023 nanti. Sebelum membahas lebih lanjut, kamu bisa simak penjelasan kenapa penjualan motor listrik masih rendah di Indonesia berikut ini.
Penjualan motor listrik di Indonesia masih rendah
Di Indonesia, penjualan motor listrik terbilang masih cukup rendah. Data AISI menyebutkan, per Juli 2022 baru beredar 19.024 unit motor listrik di Indonesia. Diduga, hal ini disebabkan oleh insentif pemerintah yang hanya memotong Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) motor listrik.
Harga motor listrik masih mahal karena beberapa spare part pentingnya, seperti baterai, pun masih mahal. Baterai motor listrik setidaknya mengambil bagian 40% dari total harga jual kendaraan itu sendiri.
Selain itu, jarak tempuh motor listrik pun dinilai masih terlalu pendek, yaitu 50-60 km saja untuk satu kali pengisian daya. Faktor ini cukup memberatkan konsumen Indonesia yang terbiasa melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan pribadi.
Pemerintah targetkan 2 juta motor listrik pada 2025
Meski begitu, pemerintah tetap berusaha untuk mendorong masyarakat agar beralih ke kendaraan listrik. Pada tahun 2025 mendatang, pemerintah menargetkan Indonesia bisa memiliki populasi motor listrik hingga 2 juta unit. Dua juta motor listrik direncanakan harus sudah bisa mengaspal di tahun tersebut.
Target ini sudah disesuaikan dengan program transisi energi bersih. Tak hanya itu, target tersebut juga didasari dengan alasan menekan impor dan subsidi BBM yang terlanjur cukup besar pada tahun 2022. Sementara itu, pada tahun 2030 nanti, pemerintah sudah menargetkan ada 13 juta motor listrik yang mengaspal di jalanan.
Motor listrik akan tetap dapat insentif pajak
Harga motor listrik yang dianggap mahal nyatanya berbanding terbalik dengan pajak kendaraannya. Motor listrik memiliki besaran PKB yang jauh lebih murah dari kendaraan berbahan bakar minyak (BBM). Sebab, kendaraan listrik mendapat insentif pemerintah.
Insentif pajak diberikan untuk menerapkan kebijakan pembatasan kendaraan BBM demi mendorong percepatan transisi ke kendaraan listrik. Kementerian Keuangan juga sudah merevisi aturan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) guna memberikan keuntungan kepada pengguna motor listrik.
Dalam menentukan PPnBM, yang jadi patokan sudah bukan lagi jumlah cc kendaraan, melainkan tingkat polusi yang dihasilkan. Semakin banyak polusi yang dihasilkan, maka semakin tinggi juga pajak yang harus dibayarkan. Hal ini dilakukan guna mendukung penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai yang lebih minim emisi karbon.
Pemerintah targetkan subsidi pembelian motor listrik
Selain pajak, pemerintah menarget untuk memberikan subsidi pembelian motor listrik. Masyarakat yang ingin membeli motor listrik baru atau mengganti motor lamanya dengan tenaga listrik, maka akan memperoleh subsidi dari pemerintah.
Aturan ini sedang digodok baik-baik oleh pemerintah agar bisa terlaksana dengan lancar. Diperkirakan, subsidi pembelian motor listrik bisa menyentuh angka Rp6 juta per unitnya. Meski begitu, keputusan final kebijakan ini masih dikaji lebih lanjut.
Pemberian insentif atau subsidi pembelian ini akan membuat masyarakat bisa mendapatkan harga motor listrik yang lebih murah. Harapannya, kebijakan-kebijakan tersebut dapat mewujudkan target 2 juta kendaraan listrik pada tahun 2023 nanti.
Harga motor listrik ALVA One
Melihat segala keuntungan tersebut, rasanya sekarang adalah waktu yang tepat untuk beralih ke motor listrik. ALVA One adalah solusi yang kamu cari. Motor listrik keluaran ALVA ini menawarkan performa yang luar biasa.
ALVA One dibekali baterai dengan kapasitas 60 V 45 Ah yang bisa dipakai untuk menempuh jarak hingga 70 km dalam sekali charging. Motor ini memiliki desain yang futuristik sehingga tampil keren di jalanan. Bodinya yang bongsor sangat nyaman untuk dipakai di perjalanan.
Seluruh kemampuan ALVA One bahkan bisa diakses dalam melalui aplikasi ALVA Mobile. Aplikasi ini bisa digunakan untuk memonitor baterai, menyalakan dan mematikan mesin, hingga mencari lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Kamu bahkan bisa mencari spare part yang sudah harus diganti dengan aplikasi canggih ini.
Dengan berbagai insentif yang diberikan oleh pemerintah, motor listrik diprediksi akan semakin mudah diakses masyarakat Indonesia. Terlebih kini telah hadir ALVA One, motor listrik dengan performa tangguh yang irit energi. Dengan berbagai keunggulannya, ALVA One sudah bisa dibawa pulang dengan harga Rp34,99 juta saja.
Jadi, tunggu apa lagi? Segera coba ALVA One dengan mengambil jadwal test ride di ALVA Experience Center. Segera lakukan pre order ALVA One di ALVA agar tidak kehabisan!



